Ayahku adalah seorang pekerja kasar honorer di sebuah kota pertambangan di Amerika dengan gaji yang dihitung perjam dan dengan jam kerja lebih dari 18 jam tiap harinya sedangkan ibuku hanyalah ibu rumah tangga biasa yang tidak bekerja sehingga otomatis keluarga kami adalah keluarga level ekonomi pas-pas an namun, walaupun Ayahku sangat sibuk dan hampir setiap hari selalu hidup dalam kekurangan sebagai seorang anak yang masih kecil Aku menemukan kebahagiaan dan hiburan setiap hari Sabtu karena 2 hal, pertama Aku bisa lebih lama bersama Ayahku dan yang ke-2 (yang paling utama) adalah tradisi mengisi sebuah toples tua ber-tempelan namaku dengan uang receh yang dimataku saat itu menciptakan kebahagiaan tersendiri bagiku saat koin-koin itu berjatuhan kedalam toples menciptakan suara gemerincing begitu merdunya dan kilauan koin-koin itu saat tertimpa sinar matahari pagi menampilkan pemandangan yang luar biasa indah bagi anak kecil sepertiku dan saat toples itu penuh maka kami ber-2 akan pergi ke bank satu-satunya di kota untuk menyetorkan uang dan pulangnya kami akan membeli 2 scoop kecil ice cream termurah sambil Ayah menggendongku pulang.
Tidak perduli seberat apapun kondisi keuangan kami, tradisi mengisi toples tua dan pergi ke bank tidak pernah terlewatkan dah Ayahku tidak pernah 1x pun walaupun dalam kondisi seberat apapun mengambil koin yang ada di toples tersebut dan satu lagi semenjak Aku bisa mengingat, Ayah selalu berkata saat mengisi toplesnya " Nickle, Dime dan tiap sen koin-koin ini adalah jaminan anakku untuk kuliah dan menjadi orang sukses".
Tidak terasa saat ini umurku sudah 28 tahun, sudah lulus kuliah dan kini bekerja di sebuah perusahaan komputer terkenal dan yang dapat aku ingat.....Aku kuliah dan bisa menjadi sukses seperti ini karena 2 hal :
- Koin-koin itu dan
- Ajaran teladan Ayahku yang mengajarkan kesederhanaan, konsistensi dan keuletan, kerja keras serta penghematan.
Suatu hari pada saat liburan, Aku dan istriku membawa anak kami yang baru berumur 9 bulan berlibur ke rumah orang tua kami dan di sana Aku sangat terkejut hingga membuat air mataku berlinang ternyata Toples tua itu masih ada di tempat yang sama dengan bertuliskan nama anakku Anthony dan saat itu kulihat sudah terisi 1/2 nya.
Ayah memang tidak pernah mengatakan kata-kata apapun namun saat kulihat cara Ayah menggendong dan memeluk Anthony sambil membawa ke kamarnya Aku bisa merasakan betapa sayang Ayah pada diriku dan Anthony anakku.
Cerita di atas diceritakan oleh seorang pimpinan Marketing Dell pada acara seminar tahunan Dell di Dallas , Texas, dan beliau mengajarkan bahwa SEBUAH TINDAKAN YANG DILAKUKAN KONSISTEN NILAINYA MELEBIHI RIBUAN KATA-KATA INDAH.
Dan cerita diatas membuat saya agar hidup ini selalu ditekuni dengan kedisplinan dan ketekunan,maka saya yakin apapun cita-cita kita pasti akan terwujud.